
Sekitar memperingati hari anti korupsi,(korupsi sebagai budaya bangsa)
Sungguh
tepat bila kita merenungkan sejenak perjalan reformasi yang mengamanatkan
demokratisasi, pemberantasan korupsi, perbaikan ekonomi, jamina sosial
dan keamanan.
Permasalahannya
sekarang korupsi telah menjadi bagian yang sangat mutlak tak terpisahkan dari
tubuh bangsa ini dan telah menjalar, seakan menjadi kebudayaan sekaligus
penyakit akut bagai virus ganas yang aktif menggerogoti ke sekujur tubuh negara
ini. Sengguh ironis sebagai bangsa yang besar, bangsa yang berbudi luhur dan
beragama bahkan menempatkan Ketuhanan YME sebagai pilar pertama dasar negara. Yang
lebih parahnya lagi dari 65 negara di dunia yang paling korup, Indonesia berada
di urutan 47 dan ranking 3 sebagai negara terkorup di ASEAN.
Maka dari
itu kita sebagai kawula muda, sebagai kaum yang terpelajar, kaum generasi
penerus bangsa kita harus kritis menanggapi kasus korupsi, jangan kita biarkan
para pejabat negara, pendahulu kita ini betindak semena – mena terhadap bangsa
dan negri ini dalam melakukan korupsi, mereka sebagai orang tak bertanggung
jawab dan tak mautahu mengenai dampak korupsi bagi bangsa dan negri ini di masa
mendatangnya. Maka dari itu marilah kita sebagai kawula pemuda menaruh harapan
besar pada upaya pemberantasan korupsi, Selain bergantung dari usaha pemerintah,
kita juga harus menata diri dengan membekali pendidikan agama berkarakter dan
memberikan pendidikan mengenai pendidikan agama berkarakter sejak dini kepada
adik – adik dan junior kita , agar dapat memunahkan populasi para tikus – tikus
kantor.
Alangkah
indahnya bangsa ini membayangkan sinergi agama dan negara dalam pemberantasan
korupsi. Kita harus memulai dari diri kita sendiri dengan menegakkan kejujuran,
penegakan hukum yang adil dan menghayati keberagamaan melalui keteladanan para
pemimpin dijalankan dengan penuh bijaksana, tanggung jawab, dan secara nyata
bukan sekedar wacana belaka.
(lebih baik mati berkorban untuk bangsa ini dari pada menggambil hak bangsa
ini)
Salam Anti Korupsi!!!!!!!